Apakah ATVSI?

ATVSI merupakan organisasi independen yang dibentuk untuk memajukan industri televisi swasta Indonesia yang berfungsi secara aktif memajukan, menampung, menyalurkan kepentingan dan keinginan bersama dalam mengembangkan etika perilaku, tanggung jawab profesional dan pelayanan bagi anggotanya demi kepentingan masyarakat

Sejarah ATVSI

Cikal bakal ATVSI dimulai pada era orde baru dimana 5 stasiun televisi swasta yang ada saat itu yaitu RCTI , SCTV, INDOSIAR , ANTEVE dan TPI sepakat membentuk Forum Komunikasi Televisi (FKTV) sebagai wadah berkomunikasi dan berkoordinasi untuk kepentingan bersama sebagai sebuah industri. Kelahiran FKTV di bidani oleh Dewi Fajar (Direktur TPI), Harry Kuntoro (Direktur Utama RCTI), Soeastomo Soepardji (Direktur Indosiar), Anton Nangoy (Direktur Utama Anteve), Agus Mulyanto (Direktur Utama SCTV).

Sebagai langkah awal FKTV membuat kelompok kerja (pokja) di bidang program , keuangan (finance) , pemasaran dan penjualan (marketing and sales),teknik (engineering). Pokja ini melakukan pertemuan rutin guna membahas persoalan dan mencari solusi atas persoalan yang ada, serta bertukar fikiran untuk pengembangan industri televisi di masa depan. Pada saat itu juga sedang berlangsung pembuatan Rancangan Undang Undang Penyiaran (RUUP) yang baru untuk menggantikan UU Penyiaran nomor 24 tahun 1997. Karena itulah selain membentuk pokja pokja tadi, FKTV juga membentuk Tim 13 yang khusus menangani RUUP yang sedang di proses di DPR RI. Tim ini dinamakan Tim 13 karena beranggotakan 13 orang perwakilan dari anggota FKTV yaitu Gilang Iskandar dan Moko Pamungkas dari ANTEVE; Riza Primadi, Harianto, dan Edward Koemoro dari SCTV; Indria Purnama dan Asaf Antariksa dari Indosiar; Sandi Juhanda, Helmy Yohannes dan Murjadi Ichsan dari RCTI; Erlan Hidayat, Dwi Roosdiyanto dan Haris Jauhari dari TPI. Sebagai Ketua Tim 13 yang pertama adalah Riza Primadi kemudian setelah itu yang kedua adalah Gilang Iskandar.

Tim 13 ini yang membuat draft RUUP versi FKTV dan melakukan berbagai upaya terkait penyusunan RUUP seperti seminar, workhop, focus group discussion, lobi, pertemuan dengan para pemangku kepentingan industri penyiaran terutama DPR RI baik Komisi 1 maupun fraksi fraksi. Tim 13 juga bertemu dengan Menteri Perhubungan Agum Gumelar sebagai Menteri yang ditunjuk Presiden sebagai wakil pemerintah untuk pembahasan RUUP dengan DPR, dan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Istana Merdeka. Bahkan Presiden Gus Dur berkenan membuka Seminar RUU Penyiaran FKTV di hotel Peninsula Slipi Jakarta. Pada masa berlakunya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 1997 Tentang Penyiaran diwarnai dengan pro kontra berkaitan dengan lembaga pengawas (BP3N). Dilain pihak dengan dihapusnya Departemen Penerangan oleh Presiden Abdurahman Wahid, membuat substansi dari Undang-Undang Nomor 24 Tahun 1997 Tentang Penyiaran tidak lagi sesuai. Oleh sebab itu pada tahun 2002 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 1997 Tentang Penyiaran dicabut dan tidak berlaku lagi dengan diundangkannya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran.

Setelah berjalan, para anggota merasakan bahwa ikatan hubungan antar stasiun televisi swasta tidak cukup hanya melalui sebuah forum komunikasi seperti FKTV, tapi perlu diwadahi dalam sebuat asosiasi dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) yang memperjelas tujuan organisasi, memperjelas hak dan kewajiban anggota. Namun momentum saat itu belum tepat karena pembentukan asosiasi televisi swasta belum disetujui oleh Menteri Penerangan pada saat itu belum setuju dan beberapa waktu kemudian meletus gerakan reformasi yang membawa perubahan politik di tanah air.

Paska reformasi, setelah melalui beberapa kali rapat maka dimatangkan pembentukan asosiasi. Dan pada tanggal 4 Agustus 2000 terbentuklah Asosiasi Televisi Siaran Indonesia (ATVSI) oleh para perwakilan dari 5 stasiun pendiri yaitu RCTI , SCTV, INDOSIAR , ANTEVE dan TPI. Para pendiri menuangkan kesepakatan dalam sebuah risalah rapat yang ditanda tangani seluruh peserta yang hadir yang memuat antara lain bahwa akan di buat AD /ART dan dibentuk organisasi kepengurusan ATVSI seperti Ketua dan Sekretaris Jenderal. Berdasarkan risalah rapat ini kemudian dibuatlah Akta oleh Notaris Risbeth, SH  No. 26 , tanggal 30 Januari 2001. Dengan demikian ATVSI sudah sah secara hukum .Untuk pertama kali terpilih sebagai Ketua adalah Anton Nangoy dari ANTEVE dan Sekretarsi Jenderal Soeastomo Soepardji dari INDOSIAR untuk masa jabatan 2000-2003. Dan sebagai staf ATVSI yang pertama adalah Wida Wahyu Widyawati.

ATVSI merupakan wadah independen yang bertujuan memajukan industri televisi siaran Indonesia yang berfungsi secara aktif memajukan , menampung , menyalurkan kepentingan dan keinginan bersama dalam mengembangkan etika, perilaku, tanggung jawab profesional dan pelayanan bagi anggotanya demi kepentingan masyarakat.

Seiring berjalannya waktu maka keanggotaan ATVSI bertambah sehingga saat ini terdiri dari 10 stasiun televisi swasta nasional yaitu RCTI , SCTV , INDOSIAR , MNC TV (dulu TPI) , ANTV (dulu Anteve) , METRO TV , TRANS TV , TRANS 7 (dulu TV 7), GLOBAL TV dan TV ONE (dulu Lativi).

Sebagai pengurus kedua periode 2003 - 2006 dan 2006 - 2010 adalah Karni Ilyas dari SCTV sebagai Ketua Umum dan Zsa Zsa Yusaryahya dari Metro TV sebagi Sekretaris Jenderal. Sedangkan untuk periode 2006-2010 sebagai Sekretaris Jenderal adalah Nurhadi Poerwosaputro. Pada Periode Ketua Karni Ilyas dilakukan beberapa perubahan yaitu istilah Ketua menjadi Ketua Umum dan nama Asosiasi Televisi Siaran Indonesia dirubah menjadi Asosiasi Televisi Swasta Indonesia. Untuk kepengurusan, selain ketua ketua komisi juga dilengkapi dengan Ketua Harian (Executive Director) yaitu Uni Lubis dari ANTV dan Sekretaris Eksekutif (Executive Secretary) Gilang Iskandar dari RCTI.

Erick Thohir dari TV One terpilih sebagai Ketua Umum ATVSI periode 2010-2013 dan periode berikutnya yaitu 2013-2015, atau Ketua Umum yang ketiga. Dalam Rapat Umum Anggota ATVSI tanggal 10 November 2010 yang lalu, Erick Thohir terpilih menjadi Ketua Umum dengan Sekretaris Jenderal yaitu Warnedy ( TRANS TV).

Pada masa kepemimpinannya, Erick Thohir memprioritaskan tiga program yaitu : pertama, meningkatkan konten ATVSI terkait informasi publik sehingga dapat lebih memberikan inspirasi kepada masyarakat; kedua, meningkatkan kerjasama dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dalam rangka menyerap lebih banyak masukan dari masyarakat; ketiga, mempersiapkan masyarakat pertelevisian memasuki era multimedia dan integrasi. Selain itu, sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas isi siaran anggota ATVSI serta agar dapat memberikan nilai-nilai positif bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia, Erick Thohir meningkatkan hubungan kerja sama ATVSI dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk mendengarkan saran-saran dan kritikan publik mengenai televisi. Dan untuk menghadapi arus besar konsolidasi dari berbagai pelaku industri media yang akan terjadi, ATVSI juga memikirkan konvergensi media yang akan dibutuhkan oleh media televisi, online, cetak, ataupun radio.

Selama ini ATVSI telah aktif menjadi penghubung yang efektif dengan para pemangku kepentingan (stakeholder) terkait dengan kegiatan anggota.

Untuk periode 2015 – 2018, Ketua Umum ATVSI adalah Ishadi SK dari Trans TV dengan Wakilnya Drs. Imam Soedjarwo Msi dari Indosair, Sjafril Nasution dari RCTI dan Sekretaris Jenderal Suryopratomo dari Metro TV serta Neil R Tobing dari Group Viva. Pemilihan dilakukan pada Rapat Umum Luar Biasa Anggota ATVSI tanggal 4 Juni 2015 di Hotel Ritz Carlton Kuningan Jakarta.

Beberapa program kerja pengurus ATVSI periode ini antara lain : Mempersiapkan diri untuk memasuki era digital yang sekarang sudah merupakan keharusan. Menjadikan ATVSI sebagai sebuah lembaga yang dikenal dan dekat dengan masyarakatnya melalui berbagai macam kegiatan seperti pendidikan, sosial, dan bekerja sama secara aktif dengan Lembaga International baik sesama organisasi broadcasting maupun Lembaga Internasional seperti Asosiasi Jurnalis Internasional, Asosiasi Produser Televisi Internasional dan lain-lain untuk meningkatkan kompetensi para praktisi penyiaran agar dapat bersaing di kancah regional dan global.

Maksud dan Tujuan

  1. Membangun dan memajukan perkembangan komunitas televisi di Indonesia.
  2. Menciptakan prinsip swakelola dalam pengelolaan penyiaran.
  3. Menciptakan kemandirian dalam kebijakan program dan keragaman acara.
  4. Mengembangkan teknologi penyiaran yang tepat guna dan berorientasi ke masa depan.
  5. Melayani para anggotanya dalan bidang informasi, legal, finansial, teknik, program, dan sumber daya manusia.
  6. Mengkoordinasikan kepentingan anggota dan lembaga terkait pada tingkat nasional atau internasional.
  7. Mewakili anggota dalam hubungan dengan pemerintah dan lembaga-lembaga lain yang sejenis di dalam dan luar negeri.
  8. Merumuskan konsep-konsep masukan untuk penyusunan kebijaksanaan penyiaran nasional.
  9. Menyelenggarakan penerbitan dalam bentuk apapun berkenaan dengan penyiaran.
  10. Menyelenggarakan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan kualitas anggota asosiasi.
  11. Menyelenggarakan kegiatan konsultasi di segala aspek yang berhubungan dengan penyiaran.
  12. Memantau kegiatan masyarakat/negara sehubungan dengan kegiatan di bidang penyiaran.
  13. Memberikan penghargaan pada perorangan dan atau badan hukum yang berjasa atau berprestasi di bidang yang berkaitan dengan penyiaran.
  14. Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan lain yang berkaitan dengan penyiaran yang sah dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang belaku.

ANGGOTA

rcti
sctv
indosiar
mnc
antv
metro
 
transtf
trans7
global
tvone
 

PENGURUS

Ishadi SK

Ishadi SK

Ketua Umum(Komisaris TransTV)
Imam Sudjarwo

Drs. Imam Sudjarwo M.Si

Wakil Ketua(Direktur Utama Indosiar)
Syafril Nasution

Syafril Nasution

Wakil Ketua(Direktur Corporate Affairs RCTI)
Suryopratomo

Suryopratomo

Sekretaris Jendral(Vice President Director Metro TV)
Neil R Tobing

Neil R Tobing

Sekretaris Jendral(Direktur Independent VIVA Group - ANTV)
Rusmiyati Djajaseputra

Rusmiyati Djajaseputra

Bendahara(Direktur Keuangan SCTV)
hannibal

Hannibal K. Pertama

Bendahara(VP Finance TransTV)

KETUA KOMISI - KOMISI

David T.Pardede

David T.Pardede

Komisi Hukum dan Regulasi(GM Legal Commercial ANTV)
Wawan Julianto

Wawan Julianto

Komisi Teknik, Penelitian dan Pengembangan (Manager Transmisi Trans Media)
Najwa Shihab

Najwa Shihab

Komisi Pemberitaan(Wapemred Metro TV)
retno shanti

Retno Shanti Ruwyastuti

Komisi Hub Antar Lembaga, Masyarakat dan Luar Negeri (Asst. to Sales & Marketing Dir.Metro TV )
jasmine

Jasmine Pratiwi

Komisi Komersial (Direktur Sales & Marketing MNC TV)
dini aryanti

Dini Aryanti Putri

Komisi Program (Direktur Programming & Production RCTI)
hadiansyah

A. Hadiansyah Lubis

Komisi Pendidikan dan Pelatihan ( VP.Marketing PR Trans TV)
wida

Wida Wahyu Widyawati

Koordinator Sekretariat

RUANG LINGKUP TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB KOMISI-KOMISI PENGURUS ASOSIASI TELEVISI SWASTA INDONESIA

  1. Komisi Hukum dan Regulasi : (David T. Pardede – GM Legal Commercial Viva Group)

    1. Menangani aspek regulasi penyiaran televisi baik kebijakan ATVSI maupun peraturan per UU an.
    2. Menangani aspek pedoman perilaku/kode etik penyiaran televisi.
    3. Menjalin kerjasama dan hubungan baik dengan berbagai lembaga yang terkait dengan industri penyiaran di dalam maupun luar negeri.
    4. Melakukan monitoring dan kajian atas regulasi yang dapat mempengaruhi industri penyiaran.
  2. Komisi Penelitian dan Pengembangan : (Wawan Julianto – Manager Transmisi Trans Media)

    1. Mengikuti perkembangan teknologi digital dan masa depan teknologi televisi secara keseluruhan.
    2. Secara aktif menghahdiri seminar dan diskusi mengenai pengembangan dunia penyiaran dari sisi teknik, produksi maupun programming penyiaran televisi.
    3. Berkoordinasi dan bekerjasama dengan MASTEL maupun forum diskusi yang berkaitan dengan dunia penyiaran.
    4. Mengikuti perkembangan proses pengambilan keputusan di lembaga eksekutif dan legislatif yang berkaitan dengan pengembangan penyiaran.
  3. Komisi Pemberitaan : (Najwa Shihab – Wapemred Metro TV)

    1. Mendorong peningkatan kualitas pemberitaan anggota asosiasi melalui pelatihan, baik dilakukan internal maupun kerjasama dengan pihak lain termasuk Dewan Pers.
    2. Menangani kasus yang dialami para jurnalis anggota ATVSI. Upaya ini dilakukan bekerjasama dengan organisasi lain, seperti PWI, SPS, IJTI, AJI, ISKI, ISEI, IEF (Indonesia Economic Forum).
    3. Menangani regulasi jurnalistik televisi.
    4. Menjalin hubungan dengan lembaga lembaga di bidang pemberitaan di dalam maupun luar negeri.
  4. Komisi Hubungan Antar Lembaga, Masyarakat dan Luar Negeri : (Retno Shanti Ruwyastuti – Asst. to Sales & Marketing Director Metro TV)

    1. Menjalin kerjasama dan hubungan baik dengan berbagai lembaga yang terkait dengan regulasi Industri penyiaran/pemangku kepentingan di bidang Penyiaran, khususnya lembaga Eksekutif dan Legislatif.
    2. Menangani fungsi kehumasan organisasi.
    3. Melakukan kerjasama dengan lembaga lembaga terkait di luar negeri.
    4. Menjalin hubungan baik dengan organisasi Asosiasi Televisi sejenis di luar negeri.
    5. Menangani tamu tamu asing  yang diundang dan/atau berurusan dengan organisasi.
    6. Mengakses segala potensi informasi dan net working di dalam maupun di luar negeri untuk dimanfaatkan bagi kepentingan anggota ATVSI dan organisasi. Tidak terbatas pada konperensi/seminar/pelatihan yang bermanfaat bagi organisasi dan anggota asosiasi.
  5. Komisi Komisi  Teknik : (Wawan Julianto – Manager Transmisi Trans Media)

    1. Menangani program digitalisasi televisi.
    2. Menangani Standar Teknik Penyiaran.
    3. Mengkoordinir  anggota untuk membahas masalah teknis yang terkait dengan teknik penyiaran televisi.
    4. Menjalin hubungan dengan berbagai pihak yang terkait dengan bidang teknik penyiaran, di dalam maupun luar negeri.
    5. Menghadiri acara seminar atau konferensi di dalam maupun luar negeri yang dianggap penting tentang regulasi maupun teknologi penyiaran.
  6. Komisi Komersial : (Jasmine Pratiwi – Marketing Director MNC TV)

    1. Menangani hal hal yang terkait dengan bidang program, sales & marketing televisi.
    2. Menjalin kerjasama dan hubungan baik dengan berbagai organisasi , mitra kerja yang terkait dengan industri penyiaran khususnya dalam hal program, sales & marketing.
    3. Menyelenggarakan kerjaskama kegiatan dengan pihak sponsor untuk berbagai event yang diselenggarakan oleh ATVSI.
  7. Komisi Pendidikan dan Pelatihan : (Hadiansyah A. Lubis – VP Marketing Public Relations Trans TV)

    1. Menangani peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) anggota.
    2. Menggalang seluruh potensi yang ada untuk pengembangan SDM anggota.
    3. Menjalin kerjasama dengan lembaga pendidikan penyiaran di dalam dan luar negeri.
    4. Melakukan program media literasi di kalangan pendidik, organisasi wanita, siswa SD, SMP, SMA di berbagai kota di Indonesia
  8. Komisi Programming : (Dini Putri – Direktur Programming dan Produksi RCTI)

    1. Menampung dan mengkaji berbagai peringatan maupun saran dari KPI serta lembaga lain yang berkaitan dengan acara-acara yang menyangkut kepentingan anggota ATVSI.
    2. Melakukan koordinasi dengan bidang Programming anggota ATVSI dalam hal masalah-masalah yang berkaitan dengan kepentingan bidang Programming.
    3. Melakukan koordinasi dengan AC Nielsen untuk membicarakan mengenai usulan dari AC Nielsen tentang penggunaan teknologi yang memungkinkan mendapatkan hasil survey yang lebih cepat.
    4. Membuka kontak dan kemungkinan kerjasama dengan ABU, AIBD maupun lembaga-lembaga internasional lain yang berkaitan dengan acara siaran.
    5. Menemukan kata sepakat diantara anggota ATVSI mengenai program yang dianggap berkwalitas.